Sunday, March 23, 2008

Selamat Paskah Y

Gunungsitoli, 22 Maret 2008

Pukul 02.30 wib..

Y yang baik,

Hari ini sudah minggu dini hari. Itu artinya, Paskah sudah tiba. Aku tidak akan menjelaskan pada mu apa itu Paskah. Aku yakin, kau lebih paham soal itu.

Jumat kemarin (20/3) aku nonton sebentar film The Passion of Christ karya Mel Gibson. Kau pasti tahu film itu. Aku sendiri sudah beberapa kali menontonnya.

Ada yang mengusik ku menjelang Yesus Kristus di salib. Disaat Yesus melakukan perjamuan terakhir. DIA berpesan kepada murid-muridnya untuk saling mengasihi dan tidak bertengkar. Kalau aku tidak salah kutip, Yesus mengatakan,” Seorang sahabat sejati adalah seorang sahabat yang memberikan nyawa nya kepada sahabatnya.”

Membaca teks itu, aku langsung teringat pada mu. Hmm...

Y yang baik,

31 maret nanti, genaplah kita setahun berpisah. Semenjak di Polonia, kita tidak pernah lagi bertemu. Bahkan semenjak Mei, kita tidak lagi berkomunikasi. Terakhir kali e-mail mu hanya berisi soal tagihan utang.

Aku sudah membereskan tagihan yang kau minta. Walau begitu, aku merasa tidak pernah bisa ”melunasi” semua bantuan yang pernah kau berikan. Bagaimanapun, kau pernah membantu ku.

Y yang baik,

Aku selalu ingin mengetahui kabar mu. Apakah kau baik-baik saja di Australia sana.

Tapi Y. Aku tidak sedang menanti mu. Tidak ada ruang dalam hati ku yang ku kosongkan untuk mu. Aku sudah menutupnya rapat. Ruang yang dulu ada nama mu, sudah ku bersihkan. Semua “kenangan“ sudah ku packing dan kusimpan ditempat semestinya.

Aku tidak ingin mengenang mu, sebagai Y yang dulu ada dihati ku. Walau begitu, aku tidak akan mengingkari, kalau aku pernah mencintai mu Y.

Aku akan mengenang mu Y sebagai perempuan cerdas dan hebat yang pernah ku kenal.

Y, kini aku punya hidup. Aku punya pekerjaan. Aku punya mimpi dan cita-cita.

Jangan khawatir Y. Aku pasti baik-baik saja kok.

Kalaupun aku belum punya kekasih, itu karena aku tidak mau kecewa lagi.

Aku mencari kok penganti diri mu. Ada beberapa yang sudah ku kenal. Di mata ku mereka perempuan yang hebat. Seperti diri mu..

Hanya saja, aku belum siap untuk serius dengan mereka. Banyak alasan seh. Tapi yang dominan, karena aku belum begitu mengenal mereka.

Lebih baik lah, aku mengenal mereka lebih ’dalam’ dulu, baru tentukan keputusan. Bukan begitu Y..

Bagaimana menurut Y. Kau Pasti setuju. Iyakan Y ?

Y yang baik,

Jika kau berkesempatan membaca semua ini. Aku ingin kau tahu, aku tidak membenci mu. Aku tetap mengasihi mu. Walau aku tidak bisa menunjukkannya…

Selamat Paskah Y. Semoga Tuhan bersama mu..

Jabat Erat,

Erix

No comments: