Tuesday, November 17, 2009

Menimbang Sitor Situmorang...

Sitor menatap dalam-dalam kearah Profesor Bungaran Antonious Simanjuntak dan koleganya dari Laiden University Belanda. Kedua orang itu "membongkar" buku Toba Na Sae yang ditulis Sitor dalam acara 85 tahun Sitor Situmorang untuk Medan (Selasa, 17/11/2009)
foto: Erix Hutasoit
***
SITOR SITUMORANG lahir 85 tahun lalu di Desa Harianboho Samosir; sebuah desa kecil ditepi Danau Toba. Tahun 1943 saat berumur 19 tahun, Sitor memimpin harian Suara Nasional terbitan Sibolga. Empat tahun kemudian, Sitor bergabung dengan harian terbesar di Medan; Waspada. Di tahun itu Sitor jadi buah bibir media internasional. Sitor berhasil melemparkan pertanyaan penting kepada ajudan Ratu Belanda; Sultan Hamid. Tokoh “plotan” Belanda itu dicecar Sitor untuk mengakui keberadaan Republik Indonesia.” oh terang Republik itu ada, dan tidak bisa dianggap tidak ada,” jawab Hamid. Sejak itu, eksistensi NKRI semakin mantab.

1 comment:

.... said...

Bro....kami merindukan tulisan2mu..mana postingan tulisan barunya... Sibuk ya ?? :))