Tulisan ini dicomot tanpa izin dari FB Ruth P. Sitompul. Dia penulis hebat yang sedang mengerjakan karya dasyhat...
----
KOTA MEDAN, selalu menjadi seribu makna bagiku. Sungguh berat bagiku untuk meninggalkanmu. Demi kemandirian dan hidup lebih berilmu, kutinggalkan engkau 7 tahun yg lalu. Tujuanku bukanlah kota Jakarta, tetapi kota yg bisa membuatku mandiri dan berilmu lebih. Sudah kudapat tujuanku, inginku berpetualang ke tempat lain, namun nafasku masih ada di sana. Hmmm.... Baiknya berpetualang bersama segenap hidupku. Hahaha....
Namun hatiku tertambat di Medan. Aku ingin selalu kembali ke kota ini. Bukan karena penduduknya yg ramah, bukan karena ortu yg ada di sini, bukan karena teman2ku yg asyik. Hah... Hanya demi orang2 yg belum kukenal kah?
Tommorow I'm back to a real life... Pfiiuuhhh... Sudah kubayangkan bau asap, teriakan ramai, antrian, kemacetan, istirahat yg kurang cukup. Sometimes I think it's not a life, but it is. Bukan krn aku ga fight ya, tetapi everything about dream. Sudahlahh... Pamahami saja.
The party is over, tubuh ini masih merasa pegal, canda tawa itu masih berasa, teriakan anak2 itu juga, lantai yg berserak, lengket dan para pekerja yg masih bersemangat berberes.
Bertemu teman lama, menuang cerita. Cerita dari Erix yg memotivasi. Cerita dari Day-Day yg membawa aura serius, ssttt... Jangan sampai dia gokil, parah! Posma, pria romantis penyuka Kenny G, symponi nan indah, suka ngomong blak-blakan, tak suka dengan orang yg menjaga perasaan. Hmmm... Good! Teman baruku dari Padang, Sui (nanti kucari nama lengkapmu di fesbuknya Erix). Sui temennya Erix di Aceh, Nias. Sdh bisa ditebak apa pekerjaan mereka. Hahaha....
Tertawa renyah kalian masih terngiang. Apa topik bahasan kita? "Woi, kalau kalian tempat apa yg paling berkesan? Kalau aku....", itulah si Erix, ahli budaya kami, calon dosen.
"Erix, lo emang ga da matinya dah...". Klo ngomong sama kawan ini, kita harus menjadi pendengar yg baik saja, nanti keluar ilmunya semua. Jangan ajak dia berbisnis, jangan tanya fluktuasi saham padanya, tanyakanlah "bagaimana seharusya bangsa ini? Apa yg seharusnya dilakukan anak muda indonesia?".
"Sudah jo... Klo ngomongin budaya dan politik lu emang jagonya".
Temans, ceritamu memotivasi aku utk berkeliling Nusantara. Asyik kali bisa menuliskan cerita dari penduduk asli suatu daerah, kebiasaan mereka, bgmn mereka beratahan hidup. Yang paling penting, apa yg mereka makan. Kulineerrr.
Hai temans, seadainya saja kita seakrab ini dulu. Tapi hidup yg berputar itulah yg membentuk kita, sehingga kita bisa bertemu.
Waduhh... Ga kuat utk ceritakan semua cerita kita tadi, sudah kurebahkan tubuhku, kakiku yg pegal berselimut, jariku masih menari-nari di atas keypad BB mengikuti perintah sensori.
Huuaammm.... Besok ajalah ngepak buku seabrek ini.
Btw, laparnyoo.. Awak tak banyak makan tadi.
(*)
No comments:
Post a Comment