Wednesday, October 25, 2006

Jarda : Menu India, Lebaran di UK


Tulisan ini kembali diedit my lovely sister, Echa

Sebulan sudah umat Islam di seantero jagad ‘berperang’ melawan lapar, haus dan hawa nafsu. Ya, bulan suci itu telah berakhir dan kemenanganpun hadir. Idul Fitri. Jutaan umat Islam tumplek blek merayakannya. Berkumpul dengan keluarga dan orang-orang tercinta. Saling bermaafan dan berefleksi akan seluruh dosa dan kesalahan yang lalu. Berbagai kemeriahan turut mewarnai perayaan Idul Fitri. Di Indonesia, misalnya. Jauh hari sebelum lebaran, hiasan ketupat, simbol yang telah berurat akar dalam setiap perayaan Idul Fitri ‘bertengger’ dengan indah dihampir setiap sudut kota. Gemeriuh takbir juga tak henti-hentinya di kumandangkan sepanjang malam.Tapi, lebaran di Indonesa belum “mabrur” tanpa makanan. Apalagi tanpa sepotong ketupat gurih dan semangkuk opor ayam. Hmmm…

Bagaimana di United Kingdom (UK) ? Meski tidak semeriah di Indonesia, Idul Fitri tetap dirayakan umat Islam UK. Umumnya digelar sore hari dan dipusatkan disentra kegiatan muslim setempat. Berbagai jenis makanan tidak lupa disajikan, apalagi kalau bukan untuk melengkapi kemeriahan. Seperti halnya perayaan Idul Fitri yang digelar Global Exchange (GX), di sebuah kelab di pusat kota Birmingham, Rooty Frooty pada Selasa (24/10) kemarin. Puluhan jenis makanan, mulai dari masakan Asia sampai masakan Eropa, berjejer menggugah selera diatas meja berukuran 8 x 2 m. Hampir semua makanan ludes dilahap penggunjung. Salah satu makanan favorit malam itu adalah nasi kuning manis yang disebut Jarda.

‘Tanah kelahiran’ Jarda adalah sebuah kota di India, Punjabi. Di UK Jarda diperkenalkan sebagai sweet rice. Disebut sweet karena rasanya yang manis dan rice karena bahan dasarnya beras.. Konon, Jarda hanya dihidangkan untuk peristiwa tertentu, semisal penyambutan tamu khusus.Walau tergolong makanan istimewa, tapi untuk membuat Jarda tidaklah ribet dan mahal. Bahan dasarnya hanya beras, margarin, gula pasir dan air. Peralatan yang digunakanpun hanya dua buah panci.

Sebagai contoh : untuk membuat 40 porsi Jarda hanya dibutuhkan 250 gram beras, 100 gram gula pasir, 50 gram butter margarin dan ½ liter air.
Untuk membuat Jarda, ada sembilan tahapan.

Tahap pertama, bersihkan 250 gram beras dengan cara pembilasan. Cukup gunakan air bersih. Pastikan semua kotoran terbuang. Baiknya pembilasan dilakukan tiga kali.

Tahap Kedua, panaskan 100 gram butter margarin. Usahakan temperatur tidak terlalu panas.

Lalu tahap ketiga, setelah butter margarin mencair, padamkan api, kemudian masukkan beras yang sudah dibersihkan. Aduk-aduk selama satu menit dan pastikan tercampur secara merata.

Masuk ketahap keempat, panaskan 500 ml air dengan panci berdiameter 16 cm. Biarkan kurang lebih lima menit sampai mendidih.

Kemudian tahap kelima, masukkan gula kedalam campuran beras dan butter. Lakukan pengadukan untuk memastikan gula tercampur merata.

Tahap keenam, setelah air mendidih, masukan campuran gula, beras dan butter margarin. Lalu tutup sebagian panci, usahakan ada ruang untuk pergantian udara.

Tahap ketujuh, disebut food coloring yaitu proses pemberian warna. Biasanya Jarda diberi warna perangsang selera, seperti kuning. Tahap kedelapan merupakan tahap terakhir, memastikan beras matang. Caranya sederhana, buka tutup panci lalu tekan permukaan beras. Jika beras sudah kenyal. Itu pertanda beras telah matang. Kemudian matikan api dan biarkan panci selama dua sampai tiga menit. Tujuannya memastikan air yang tersisa menguap. Setelah itu, tuangkan Jarda kedalam baki atau piring, lalu biarkan sampai dingin. Karena Jarda merupakan makanan penutup. Semakin dingin Jarda yang dihidangkan, maka semakin nikmat pula dilidah.

Malam selasa (24/10) lalu, Jarda membuktikan keistimewaannya. Dihidangkan dalam toples plastik berbentuk segi empat yang sederhana, Jarda tetap merangsang selera sekitar limapuluhan peserta yang menghadiri GX EID Celebrations. Sambil dimanja dengan pameran foto bertema ‘globalisasi’ hasil jepretan tangan-tangan kreatif peserta Global Xchange, Jarda olahan Dalvilder Singh pun ludes, tak terhitung yang menyatapnya.

Jarda memang bukan ketupat sayur atau opor ayam. Tapi Birmingham bukan Pekalongan dan Surakarta, dimana nyiur gampang ditemukan. Kehadiran Jarda jelas tak mampu membawa cita rasa Indonesia. Tapi lihat sisi uniknya, kita berlebaran ala India dinegeri simuka pucat. Kapan lagi.***

1 comment:

.... said...

bung Makasih ucapan selamatnya...anda memang pluralis. Aku nunggu masakan jardanya ya ?? jarda versi Medan....
Salam buat yang mau ke Aussie..hahhaa